Kemenkominfo Klaim Hampir Semua Wilayah Permukiman dapat Sinyal Seluler
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengeklaim sinyal seluler sudah menjangkau hampir seluruh wilayah permukiman di Tanah Air. Dengan kata lain, hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah bisa menikmati layanan seluler.
Menurut Direktur Pengembangan Pita Lebar Kemenkominfo Marvels Parsaoran Situmorang menyebut wilayah permukiman di Indonesia yang mendapatkan sinyal 2G mencapai 98,56%. Adapun, untuk jumlah lokasi yang sudah mendapatkan sinyal 2G mencapai 151.161 lokasi dan tersebar di sejumlah wilayah.
Untuk sinyal 4G, sudah tersedia di 96,84% wilayah permukiman di Indonesia dengan jumlah lokasi lebih banyak dari lokasi dengan sinyal 2G. Sinyal 4G bisa dinikmati di 442.210 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sementara itu, untuk layanan 3G yang sudah ditinggalkan oleh beberapa operator masih bisa dinikmati di 42.666 lokasi atau 68,16% wilayah permukiman di Indonesia.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) Masih Diskusi dengan Operator Lain Soal Pembatasan Nominal Transfer Pulsa
"Kita masih punya PR (pekerjaan rumah) di teknologi yang 4G. Kalau 2G mungkin sudah sampai ke seluruh desa 87 ribu. Tapi 4G kita masih punya PR 12 ribu lagi belum mendapatkannya," kata Marvels dalam sebuah diskusi bersama awak media di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Kemudian untuk layanan 5G cakupannya masih sangat terbatas. Jaringan 5G hanya bisa dinikmati di 376 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia atau 2,5% dari wilayah permukiman. Hal ini tidak terlepas dari minimnya jumlah pengguna layanan tersebut, khususnya dari para pelaku industri.
"Nah, kalau pertanyaan mengapa sih (pengembangan jaringan 5G) lambat? Ini supply (penawaran) dan demand (permintaan). Use case (pemanfaatan) itu permintaannya belum ada. Saya misalnya sebagai pebisnis operator seluler melihat demand-nya sudah ada atau belum," ungkap Marvels.
Karena tidak bisa dipungkiri, akan sangat sulit bagi operator seluler untuk menggelar jaringan 5G hanya untuk layanan seluler yang menyasar pengguna ponsel. Sebab, ponsel 5G masih menjadi barang mewah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia lantaran harganya masih belum terjangkau.
Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Bidang Teknologi Mochamad Hadiyana, pemanfaatan jaringan 5G oleh pelaku industri di Tanah Air belum maksimal. Oleh karena itu, perlu sosialisasi masif yang melibatkan kementerian teknis terkait.
Baca Juga
Pengembangan Jaringan 5G Lambat, Kemenkominfo Ungkap Alasannya
Saat ini, Kemenkominfo sudah mengumpulkan skenario pemanfaatan jaringan 5G di sejumlah sektor industri untuk kemudian disampaikan ke kementerian teknis terkait.
"Saya mencoba untuk mengumpulkan beberapa use case [skenario pemanfaatan] jaringan 5G ini, misalnya di sektor maritim, pertanian, kesehatan, manufaktur. Ternyata banyak skenario yang harus dicoba. Itu harus disosialisasikan ke kementerian teknis terkait," katanya dalam sebuah diskusi bersama awak media di Kemenkominfo, beberapa waktu lalu.
Saat ini, penggunaan jaringan 5G masih terbatas pada enhanced mobile broadband (eMBB) atau pengiriman data yang lebih cepat dibandingkan jaringan 4G. Padahal, jaringan 5G dapat dimanfaatkan untuk mendukung sejumlah sektor industri dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Salah satu di antaranya adalah machine type communication (MTC) yang biasa digunakan untuk perangkat internet untuk segala (Internet of Things/IoT).

