Bantah Tuduhan Mark Up, Bos Bulog Beberkan Mekanisme Lelang Beras Impor
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi membantah tuduhan terkait penggelembungan harga atau mark up pengadaan beras dalam bentuk impor oleh Bulog, sebagaimana yang beredar belakangan ini.
"Kami tidak mungkin melakukan penggelembungan harga seperti yang telah dituduhkan," ucap Bayu dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/7/2024).
Bayu pun menyebutkan, proses pelelangan atau open bid dilakukan terbuka pada pengadaan beras impor. Ia menjelaskan, mekanisme lelang terbuka diawali dengan pengumuman terbuka bahwa Perum Bulog akan membeli sejumlah beras.
Baca Juga
Bapanas Respons Rencana Bulog Akuisisi Perusahaan Beras Kamboja
Lalu akan ada pendaftaran peminat lelang, yang jumlahnya antara 80 sampai 100 perusahaan eksportir penjual. Tahap selanjutnya adalah sesi penjelasan terkait syarat dan ketentuan mengikuti lelang terbuka, yang merujuk kepada praktek transparan dalam perdagangan internasional.
Bayu mengatakan, syarat itu antara lain eksportir harus punya pengalaman pernah mengekspor, bersedia diinspeksi jika perlu dan harus bersedia menerbitkan uang jaminan tender (bid bond) serta uang jaminan kinerja (performance bond) di bank terkemuka Indonesia, selain persyaratan administrasi lainnya.
Baca Juga
Gelar Bookbuilding, Perusahaan Sarang Burung Walet Ini Incar Dana IPO Rp 164,50 Miliar
“Beberapa perusahaan, terutama yang baru, biasanya akan mundur karena persyaratan yg ketat tersebut, sehingga yang kemudian benar-benar ikut lelang sekitar 40-50 perusahaan," ungkap Bayu.
"Lalu kami melakukan lelang secara terbuka, di mana pergerakan penawaran harga dari masing-masing calon pemasok bisa terlihat jelas oleh calon mitra lainnya serta semua peserta lelang, tandasnya.

