Jakpro Sebut Investor Asing Minati 3 Fase Lanjutan LRT Jakarta
JAKARTA, investortrust.id – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mengungkapkan, sudah mendapatkan letter of intent (LoI) dari beberapa calon investor asing yang ingin menggarap proyek 3 (tiga) fase lanjutan light rail transit (LRT) Jakarta.
Sebagai gambaran, tiga fase tersebut di antaranya fase 1D dengan trase Dukuh Atas-Pesing, fase 2A Kelapa Gading-JIS, dan fase 2B Velodrome-Klender.
Kendati demikian, Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin enggan membeberkan negara mana saja yang akan menggarap ketiga fase lanjutan LRT Jakarta tersebut.
“Komunikasi terus kita lakukan ke pihak global dan investor internasional. Tetapi, ini kan proses yang panjang dan rigid,” kata Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin saat ditemui di Halte Bundaran HI Astra, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024).
Baca Juga
Proyek LRT Jakarta Fase 1B Dipastikan Sesuai Jadwal, Jakpro: Wajib, Tak Ada Alasan
Melansir dari laman resmi Jakarta Investment Center (invest.jakarta.go.id), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menawarkan tiga proyek fase lanjutan tersebut dengan total nilai investasi sebesar Rp 24,06 triliun.
Berikut rincian proyek yang ditawarkan oleh Pemprov DKI Jakarta soal tiga fase lanjutan LRT:
1. LRT Jakarta Fase 1D
Proyek ini memiliki panjang 11,8 kilometer (km) dengan trase Dukuh Atas-Pesing yang berjumlah 13 stasiun dengan nilai investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 13,4 triliun.
Proyek ini telah mengantongi izin trayek dari Pemprov DKI Jakarta dan telah dilakukan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan pre-basic engineering design. Pembangunannya ditargetkan akan mulai pada tahun 2026.
Baca Juga
LRT Jabodebek Mulai Terapkan Tarif Maksimal Tap In dan Tap Out di Stasiun yang Sama
Pemprov DKI Jakarta turut menawarkan investasi proyek ini dengan skema pendanaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public-Private Partnerships (PPP). Adapun pengembalian modal (payback period) selama 11 tahun dan rasio pengembalian investasi (internal rate of return/IRR) sebesar 11,41%.
2. LRT Jakarta Fase 2A
Proyek ini memiliki panjang 8,2 km dengan trase Kelapa Gading-JIS yang berjumlah 6 stasiun. Adapun nilai investasi proyek LRT Jakarta Fase 2A sekitar Rp 7,01 triliun.
Proyek ini telah mengantongi izin trayek dari Pemprov DKI Jakarta dan telah dilakukan studi kelayakan maupun pre-basic engineering design. Pembangunannya ditargetkan mulai pada tahun 2029.
Pemprov DKI Jakarta turut menawarkan investasi proyek ini dengan skema pendanaan KPBU dengan rasio pengembalian investasinya sebesar 11,23%.
3. LRT Jakarta Fase 2B
Proyek ini memiliki panjang 4,5 km dengan trase Velodrome-Klender yang berjumlah 4 stasiun. Adapun nilai investasi proyek LRT Jakarta Fase 2B sekitar Rp 3,65 triliun.
Senada dengan status proyek Fase 1D dan 2A, proyek ini telah mengantongi izin trayek dari Pemprov DKI Jakarta dan telah dilakukan studi kelayakan maupun pre-basic engineering design, serta ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2029.
Pemprov DKI Jakarta turut menawarkan investasi proyek ini dengan skema pendanaan KPBU dengan rasio pengembalian investasinya sebesar 11,23%.

