Kementerian PUPR Ungkap Alasan Lelang Ulang Tol Getaci
BOGOR, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melelang (tender) ulang proyek jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap atau Tol Getaci yang pada Agustus 2024.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Miftachul Munir mengatakan, BPJT telah melapor ke Menteri PUPR Basuki Hadimuljono atas kegagalan lelang sebelumnya.
“Kita sudah laporkan Pak Menteri (Basuki) bahwa lelang itu gagal dari prakualifikasi (PQ) tidak ada yang memenuhi syarat keuangan. Jadi kita laporkan untuk melakukan kajian ulang agar menarik dan investasinya lebih bagus,” kata Miftachul saat ditemui di peresmian Tol Cimanggis-Cibitung Seksi 2B di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/7/2024).
Baca Juga
Dibangun Mulai 2024, Tol Getaci Sedot Investasi Rp 37,14 Triliun
Saat ini, menurutnya, proses lelang ulang itu sudah ada di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR dan telah disiapkan dokumen yang baru untuk melakukan PQ.
Sebagai gambaran, kebutuhan nilai investasi pada tahap awalnya (108,30 km) adalah sebesar Rp 37,64 triliun.
Tol Getaci terdiri dari empat seksi yakni Seksi 1 Junction Gedebage-Garut Utara (45,20 km), Seksi 2 Garut Utara-Tasikmalaya (50,32 km), Seksi 3 Tasikmalaya-Patimuan (76,78 km), dan Seksi 4 Patimuan-Cilacap (34,35 km).
Disamping itu, Jalan Tol yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) ini dicanangkan akan melintas di dua provinsi yakni Jawa Barat sepanjang 171,40 km, dan Jawa Tengah sepanjang 35,25 km dengan total panjang 206,65 km.
Baca Juga
Masih Gratis, Tol Cimanggis-Cibitung Seksi 2B Mulai Beroperasi Rabu Ini
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Triono Junoasmono pun membeberkan alasan dibalik pelelangan ulang Tol Getaci ini. “Peserta lelang memang kemampuannya (finansial) tidak mencukupi dari yang disyaratkan,” ujarnya.
Hal ini mendorong Kementerian PUPR untuk mengevaluasi ulang mengapa Tol Getaci ini berulang kali gagal tender. “Nanti yang akan kita evaluasi (panjang ruasnya) apakah tetap atau mungkin beberapa yang kita optimasi lagi, tapi arahan Pak Menteri (Basuki) segera akan kita lelang kembali. Mungkin waktu sebulan ke depan bisa kita lelang ulang,” ucapnya.

