Pemberian Subsidi LPG 3 Kg dalam Bentuk Uang Dinilai Bakal Lebih Tepat Sasaran
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah sempat memiliki rencana untuk mengubah skema pemberian subsidi liquified petroleum gas (LPG) 3 kg. Jika selama ini pemberian subsidi berupa pengurangan harga produk tabung LPG 3 kg, maka akan diubah menjadi pemberian uang tunai.
Menanggapi hal ini, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai perubahan skema pemberian subsidi LPG itu merupakan usaha yang bagus dari pemerintah. Menurutnya, itu akan membuat penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran.
“Menurut saya itu usaha yang bagus juga agar subsidi LPG yang selama ini salah sasaran bisa lebih tepat sasaran. Hanya yang harus disadari adalah data yang digunakan harus data yang benar, yang memang berhak memperoleh,” kata Fahmy Radhi saat dihubungi Investortrust, Selasa (9/7/2024).
Baca Juga
Daftar Lengkap Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg, dan 12 Kg Juli 2024 di Seluruh Indonesia
Terkait dengan pendataan calon penerima subsidi LPG ini, Fahmy menyarankan bisa menggunakan data dari Bansos. Karena menurutnya, sejauh ini penyaluran Bansos sudah tepat sasaran.
“Untuk itu saya kira bisa digunakan data yang dimiliki oleh Bansos dalam pembagian BLT, tinggal ditambahkan tadi (subsidi LPG). Kalau melihat BLT yang diberikan oleh Bansos, itu saya kira sebagian besar sudah tepat. Dan itu kan (uangnya) tidak diberikan secara tunai, tapi ditransfer. Jadi itu bisa dicoba,” terang dia.
Dengan pemberian subsidi LPG berupa uang ke masyarakat ini, Fahmy menyebut penjualan tabung LPG 3 kg di pasar bisa tetap menggunakan harga pasar, sebagaimana dengan gas 5,5 kg dan 12 kg.
Baca Juga
Begini Cara Pemerintah Tingkatkan Pengawasan dan Pendistribusian Tabung LPG 3 Kg
Kendati demikian, Fahmy menekankan bahwa pendataan calon penerima subsidi ini harus dilakukan secara ketat dan selalu di-update agar tidak terjadi penyelewengan.
“Makanya datanya harus benar-benar valid, by name by address, dan selalu di-update. Jadi intinya selama bisa menggunakan data dengan benar, apakah dari BLT atau ditentukan lagi datanya, itu saya kira penyaluran subsidi LPG 3 kg akan lebih tepat sasaran,” tegas Fahmy.
Faktor lainnya yang membuat Fahmy mendukung perubahan skema pemberian subsidi LPG ini karena dengan skema yang sekarang berupa pengurangan harga produk tabung 3 kg justru akan membuat APBN semakin membengkak. Hal ini dikarenakan penyalurannya tidak tepat sasaran.

