Elnusa (ELSA) Optimalkan Sumur 'Idle' dengan 'Hydraulic Workover Unit'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Elnusa Tbk (ELSA) mengoptimalkan potensi produksi minyak dan gas bumi (migas) melalui dukungan teknologi hydraulic workover unit (HWU) untuk membuka kembali sumur-sumur yang tidak berproduksi di Project Pertamina EP Zona 11, Kawengan, Field Cepu. Upaya ini menjadi bagian dari pemanfaatan aset migas yang telah tersedia untuk mendukung keberlanjutan produksi dalam negeri.
Perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina tersebut mengoperasikan HWU 150K EHR#10 untuk mendukung pekerjaan perawatan dan pemulihan sumur (workover), serta pembukaan kembali sumur yang tidak aktif atau reopening.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Perluas Pasar ke Irak, Pelanggan 'Non-Captive' Capai 22%
Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo mengatakan optimalisasi produksi membutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi kembali potensi aset yang sudah tersedia dan menerapkan solusi sesuai kebutuhan lapangan.
“Optimalisasi produksi membutuhkan kemampuan untuk melihat kembali potensi yang telah tersedia dan menghadirkan solusi yang tepat untuk mengelolanya,” ujar Andri.
Menurut dia, Elnusa juga mengembangkan kapabilitas pekerjaan workover melalui penggunaan HWU 340K di area Pertamina TEJ dan Sukowati. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas kemampuan operasional untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan hulu migas yang beragam.
“Melalui HWU EHR#10, Elnusa membawa kapabilitas yang adaptif terhadap karakteristik lapangan, sehingga pekerjaan workover dan reopening sumur dapat dilaksanakan secara aman dan andal,” katanya.
Sepanjang periode Agustus 2025 hingga September 2026, Elnusa telah menyelesaikan 12 pekerjaan sumur dengan tingkat ketersediaan unit atau availability 100%, keandalan atau reliability 100%, serta tingkat pemanfaatan atau utility 91,25%. Perusahaan juga mencatatkan nihil insiden selama pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Kolaborasi dengan Pertamina EP Zona 11 turut mendukung pelaksanaan kegiatan di Kawengan. Hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pekerjaan.
Keberlanjutan kegiatan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis menyelesaikan pekerjaan sumur. Kepatuhan, keselamatan, serta hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan turut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga izin sosial untuk beroperasi atau license to operate. Dari sisi industri, pembukaan kembali sumur yang tidak aktif memberikan peluang untuk memanfaatkan aset migas domestik yang masih memiliki potensi produksi. Upaya ini dapat mendukung produktivitas lapangan tanpa hanya bergantung pada penemuan sumber daya baru.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Tunjuk Setyo Sapto Edi dan Linda Delina sebagai Direktur Baru
Andri mengatakan Elnusa akan terus memperkuat kompetensi, teknologi, dan keunggulan operasional dengan tetap mengutamakan keselamatan serta hubungan yang harmonis dengan pemangku kepentingan.
“Sejalan dengan semangat rediscover technology and innovation edge, kami ingin memastikan setiap kapabilitas Elnusa terus berkembang menjadi solusi yang relevan bagi pelanggan, mendukung optimalisasi sumber daya domestik, dan memberikan kontribusi berkelanjutan bagi ketahanan energi Indonesia,” ujar Andri.
